Bismillah,
Tahun 1998 lalu, ketika krisis mulai menghantam perekonomian Indonesia puluhan bank dan perusahaan kolaps. Ada istilah unik yang ane dengar waktu itu, yaitu “likuidasi”. yak, bank-bank atau perusahaan itu tutup karena dilikuidasi. Sempat ane bertanya kepada beberapa orang, apa sih “likuidasi” itu? Dan gada orang yang tau, hingga akhirnya ane dapet di bangku kuliah 11 tahun kemudian (lama amat yah)
Sebelum dimulai, ada baiknya sahabat membaca dulu pengantar analisis rasio keuangan dan analisis rasio profitabilitas, karena tulisan ini kelanjutan dari tulisan sebelumnya.
Likuiditas adalah kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek (utang jangka pendek) yang jatuh tempo dalam waktu setahun. Suatu perusahaan dinyatakan dilikuidasi alias pailit ketika ia tidak mampu memenuhi kewajibannya, salah satunya kewajiban jangka pendek ini.
Untuk mengidentifikasi ini, biasanya dihitung rasio likuiditas. Ada tiga jenis rasio likuiditas, yaitu :
Rasio Lancar (Current Ratio)
Rasio ini dihitung untuk mengidentifikasi seberapa bisa-kah harta lancar menutupi kewajiban utang jangka pendek. Walau tidak ada standar berapa angka yang bagus, namun semakin besar nilainya, semakin baik
Rasio lancar = aktiva (harta) lancar/utang lancar
Apabila nilai rasionya sama dengan satu (1), maka bisa dikatakan bahwa jumlah harta lancar hanya impas untuk membayar utang jangka pendeknya.
Konsekuensi jika perusahaan tidak bisa membayar utang-utangnya adalah ia akan diperkarakan oleh kreditor, meminjam dana dengan bunga yang tinggi atau upaya lainnya. Yang jelas, ketika nilai rasio kurang dari 1, dapat dikatakan perusahaan berada pada kondisi yang tidak sehat.
Rasio Cair
Rasio cair = harta cair/utang lancar= (kas + surat berharga + piutang)/utang lancar
Pada perhitungan rasio cair, harta cair = harta lancar – (persediaan + pembayaran di muka). Singkatnya, harta cair adalah harta yang bisa dengan mudah diuangkan. Sehingga rasio cair adalah rasio yang menunjukan seberapa mampukah harta cair yang bisa diuangkan dengan segera bisa menutupi utang lancar jangka pendeknya. Semakin besar nilainya, semakin baik
Rasio Kas
Rasio kas adalah seberapa mampu kas perusahaan dapat menutupi utang lancar jangka pendeknya.
Rasio kas = kas/utang lancar
Jika rasionya 1 : 1, berarti perusahaan bisa merasa aman karena kas-nya seimbang dengan utang lancarnya, terlepas dari persediaan, surat-surat berharga maupun jenis harta lainnya. Semakin besar nilainya, semakin baik
|
Rasio Lancar Current Ratio |
Current Asset Current Liabilities |
Aktiva lancar Utang lancar |
Kaitkata: likuidasi, likuiditas, rasio
5 April 2011 pukul 17:13 |
thanks utk pcerahannya gan.. =)