Bismillah,
Setelah sebelumnya ane membahas analisis rasio keuangan, rasio kemampulabaan yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba relatif dan rasio likuiditas yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Sekarang ane akan membahas rasio aktivitas yang menggambarkan seputar aktivitas perusahaan perusahaan dalam mengelola persediaan, piutang dan keuangannya.
Ada 4 jenis rasio aktivitas, yaitu :
Rasio Perputaran Persediaan (Inventory Turn Over)
Rasio perputaran persediaan = Persedian rata-rata/harga pokok produksi
Misalnya Inventory Turn Over : 6 x, artinya persediaan rata-rata besarnya 1/6 kali harga pokok produksinya. Dengan kata lain, persediaan rata-rata cukup untuk 6 kali produksi dalam 1 periode (biasanya 1 tahun).
Rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa jauh efisiensi perusahaan dalam mengelola dan menjual persediaannya (dalam bentuk produk jadi). Rasio ini juga menggambarkan kecepatan perputaran persediaan, semakin besar rasio semakin baik.
Rasio Hari Persediaan (Inventory Period)
Rasio hari persediaan = (Persediaan rata-rata/harga pokok produksi) x 360 hari
Misalnya : Inventory Period : 72 hari, artinya : persediaan rata-rata sama dengan 72 hari produksi, atau kurang lebih lima kali produksi dalam satu tahun. Angka rasio ini semakin kecil semakin baik.
Rasio Perputaran Piutang
Rasio perputaran piutang = penjualan kredit (setahun)/piutang rata-rata
Misalnya : Perputaran Piutang 2,5 kali. Artinya : penjualan kredit dalam setahun besarnya 2,5 kali piutang rata-ratanya. Dengan kata lain, besarnya piutang rata-rata adalah 40% dari nilai penjualan kreditnya. Berarti : piutang yang dapat ditagih hanya 60% dari seluruh barang dagangan yang dikreditkan. Apabila angka piutang rata-rata sama dengana nol, berarti perusahaan sudah tidak memiliki piutang lagi atau dengan kata lain semua piutang sudah dapat tertagih.
Periode Pengumpulan Piutang (Average Collection Period)
Rumus = (Piutang rata-rata/penjualan kredit 30 hari (sebulan)) x 360 hari = … hari
Misalnya : Average Collection Period : 90 hari. Artinya waktu rata-rata yang digunakan untuk menagih piutang adalah 90 hari.
Rasio ini menggambarkan kemampuan rata-rata perusahaan dalam menagih piutang yang dihitung dalam hari . Semakin tinggi rasio ini berarti semakin lama waktu yang diperlukan untuk menagih piutangnya. Dengan kata lain kemampuan penagihannya menjadi semakin kecil. Berarti jumlah dana yang terikat pada piutang menjadi semakin besar, sehingga kebutuhan modal kerja pun meningkat.
Kaitkata: aktivitas, inventory, rasio, teknik industri