Masih ingat kasus Bank Century ? bank swasta yang dinilai ‘gagal’ secara sistemik oleh KSSK, walaupun penilaian ‘gagal’nya itu dinilai terlalu subjektif dan tidak berdasarkan data-data yang dapat diterima keakuratannya hingga menyebabkan bank tersebut disuntik LPS 6,7 T yang notabene adalah uang rakyat. Dan masalahnya adalah segede gitu tiba-tiba raib seketika setelah pencairannnya. Kemanakah aliran dana tersebut mengalir ? well, yang jelas itu sedang diselidiki oleh Pansus Khusus Bank Century DPR
Bank century adalah bank yang dinilai memang sudah gagal dari sejak awal pendiriannya dikarenakan kondisi manajemen keuangan yang bermasalah, terlebih lagi kondisi keuangannya tidak sehat. Kondisi tidak sehat di sini bukan berarti ‘sehat’ dalam bahasa kedokteran, melainkan bahwa kondisi keuangan perusahaan tersebut sedang bermasalah dikarenakan manajemen yang bermasalah, perusahaan sedang terlilit utang yang ‘gede’ dsb.
Yak, maka untuk mengetahui kondisi kesehatan keuangan digunakanlah analisis rasio-rasio keuangan.
Analisis rasio adalah cara menganalisis dengan menggunakan perhitungan-perhitungan perbandingan atas data kuantitatif yang ditunjukkan dalam Neraca atau Laporan Rugi Laba perusahaan. Penggunaan analisis rasio hanya akan ada artinya jika ada suatu standar tertentu sebagai pedoman untuk penilaian. Apabila belum ada, sebaiknya dikombinasikan dengan analisis komparatif sehingga perkembangan rasio-rasio tersebut dapat dilihat dari waktu ke waktu. Rasio keuangan suatu perusahaan dapat diperbandingkan dengan perusahaan lain yang sejenis, yang mempunyai skala dan lingkungan yang kurang lebih sama.
Tujuan analisis rasio :
- Menilai kondisi keuangan perusahaan
- Menganalisa kebijakan-kebijakan perusahaan dan imbasnya terhadap kondisi keuangan perusahaan
- Membantu dalam pengawasan perusahaan
- Menilai baik-buruknya manajemen perusahaan dilihat dari kondisi keuangan
Maksud diadakannya analisis rasio :
- Mengidentifikasi kelemahan-kelemahan dan kekuatan-kekuatan perusahaan di bidang keuangan
- Alat bantu bagi pimpinan perusahaan dalam membuat keputusan (decision making)
- Melihat efisiensi pengelolaan keuangan perusahaan
- Melihat tren keuangan perusahaan dari waktu ke waktu
Analisis rasio keuangan sendiri memiliki keterbatasan-keterbatasan yang membuat ia tidak bisa mutlak dijadikan tolak ukur kondisi keuangan perusahaan dikarenakan :
- Analisis rasio menggunakan data angka-angka yang tercantum pada neraca dan laporan laba rugi. Sehingga akurasi dan validitas data angka-angka harus senantiasa dijaga. Ketidak-akuratan dan ketidak-validan data pada neraca dan laporan laba rugi bisa berakibat pada hasil analisis yang menyesatkan.
- Analisis rasio memang bisa menunjukan kondisi keuangan perusahaan dan bisa memprediksi kondisi keuangan ke depannya, namun seringkali tidak bisa mengungkap penyebab-penyebabnya
- Seringkali data-data informasi penting tidak semuanya tercantum pada laporan keuangan
- Apabila nilai penyusutan dan amortisasi terlampau besar tidak proporsional, hasilnya justru akan menyesatkan.
Proses analisis rasio keuangan menggunakan data angka-angka dari neraca dan laporan laba rugi. Cara menghitungnya adalah dengan membandingkan angka suatu komponen pada neraca atau laporan laba rugi dengan komponen lainnya. Cara membandingkannya ada dua cara, yaitu :
- Perbandingan rasio perusahaan dari waktu ke waktu secara teratur (biasanya per tahun)
- atau memperbandingkan dengan data serupa dari perusahaan atau industri lain yang sejenis (cross over)
Jenis-jenis analisis rasio keuangan :
- Rasio kemampulabaan (Profitability Ratio)
- Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio)
- Rasio Aktivitas (Activity Ratio)
- Rasio Solavbilitas (Solvability Ratio)
Pada perhitungannya, rasio keuangan lebih baik jika dihitung secara periodik dari waktu ke waktu agar tren kondisi keuangan perusahaan bisa dilihat. Misalnya, jika rasio keuangan dari waktu ke waktu semakin memburuk berarti ada permasalahan dalam kondisi kesehatan perusahaan sehingga bisa segera diidentifikasi apa masalah dan solusinya.
Yak, mengenai pembahasan tiap jenis-jenis rasio insya Allah menyusul, jazakallah yah ! ^_^
Kaitkata: century, rasio keuangan